- Istilah "Muskuloskeletal" mengacu pada masalah-masalah yang terkait dengan otot dan kerangka tubuh, seperti arthritis (radang sendi), artralgia (nyeri sendi), dan miositis (radang otot).
- "Retikulo-endotel" berkaitan dengan organ-organ seperti limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening), splenomegali (pembesaran limpa), dan hepatomegali (pembesaran hati).
- Dalam kategori "Hematologi," terdapat masalah seperti anemia (kurangnya sel darah merah), leukopenia (kurangnya sel darah putih), dan trombositopenia (kurangnya jumlah platelet).
- Sementara itu, "Neuropsikiatri" mencakup gangguan-gangguan pada sistem saraf dan kejiwaan, seperti psikosis (gangguan kesehatan mental yang melibatkan hilangnya kontak dengan realitas), kejang, sindroma otak organik (gangguan fungsi otak), mielitis transversus (radang sumsum tulang belakang), gangguan kognitif (penurunan fungsi berpikir), neuropati kranial dan perifer (kerusakan pada saraf di kepala dan di luar kepala).
PT (Prothrombin Time) dan aPTT (Activated Partial Thromboplastin Time):
- Digunakan untuk mengevaluasi pembekuan darah.
- Penting pada kasus sindroma antifosfolipid.
Serologi ANA (Antinuclear Antibody):
- Deteksi antibodi yang menyerang struktur inti sel.
- Positifnya serologi ANA dapat menunjukkan kemungkinan adanya SLE.
Anti-dsDNA (Antibodi terhadap DNA ganda untai):
- Pemeriksaan ini mencari antibodi yang menyerang materi genetik tubuh sendiri.
- Kenaikan kadar anti-dsDNA sering terkait dengan aktivitas SLE.
Komplemen (C3, C4):
- Evaluasi kadar komplemen C3 dan C4 dalam sistem kekebalan.
- Penurunan kadar dapat menunjukkan aktivitas SLE.
- a. Undifferentiated Connective Tissue Disease (UCTD): Kondisi ini melibatkan gejala penyakit jaringan ikat tanpa memenuhi kriteria spesifik untuk satu jenis penyakit tertentu.
- b. Sindroma Sjögren: Kondisi ini menyerang kelenjar air mata dan ludah, menyebabkan keringnya mata dan mulut.
- c. Sindroma Antibodi Antifosfolipid (APS): Sebuah kondisi yang melibatkan produksi antibodi yang dapat menyebabkan pembekuan darah yang berlebihan.
- d. Fibromialgia (ANA Positif): Sebuah gangguan kronis yang menyebabkan nyeri otot dan kelelahan, dan kadang-kadang dapat disertai dengan antibodi antinuclear (ANA) positif.
- e. Purpura Trombositopenik Idiopatik: Kondisi yang ditandai oleh penurunan jumlah trombosit, menyebabkan kecenderungan memar dan perdarahan.
- f. Lupus Imbas Obat: Kondisi lupus-like yang disebabkan oleh penggunaan obat tertentu.
- g. Artritis Reumatoid Dini: Kondisi peradangan sendi yang dapat menyerupai gejala awal SLE.
- h. Vaskulitis: Peradangan pembuluh darah yang dapat menyebabkan berbagai gejala tergantung pada organ yang terlibat.
Nefritis Ringan sampai Sedang (Lupus Nefritis Kelas I dan II):
- Ini mengindikasikan peradangan pada ginjal yang masih pada tingkat ringan sampai sedang. Lupus nefritis kelas I dan II merupakan tingkatan yang lebih rendah dalam skala keparahan penyakit ginjal pada SLE.
Trombositopenia (Trombosit 20-50x103/mm3):
- Trombositopenia adalah kondisi di mana jumlah trombosit (sel darah yang membantu dalam pembekuan darah) dalam darah lebih rendah dari normal. Pada tingkatan 20-50x103/mm3, ini dapat dianggap sebagai tingkat sedang dari penurunan jumlah trombosit.
Serositis Mayor:
- Serositis adalah peradangan pada lapisan tipis jaringan yang melapisi organ dalam tubuh, seperti paru-paru (pleura) atau jantung (perikardium). "Mayor" menunjukkan tingkat keparahan yang cukup signifikan. Kehadiran serositis dapat menyebabkan gejala seperti nyeri dada atau kesulitan bernapas.
Jantung:
- Endokarditis Libman-Sacks: Peradangan pada lapisan dalam jantung yang dapat terjadi pada SLE.
- Vaskulitis arteri koronaria: Peradangan pada pembuluh darah arteri jantung.
- Miokarditis: Peradangan pada otot jantung.
- Tamponade jantung: Akumulasi cairan di rongga pericardium (selaput luar jantung), menyebabkan tekanan pada jantung.
- Hipertensi maligna: Hipertensi yang sangat tinggi dan dapat merusak organ tubuh.
Paru-paru:
- Hipertensi pulmonal: Tekanan tinggi dalam pembuluh darah paru-paru.
- Perdarahan paru: Kejadian pendarahan dalam paru-paru.
- Pneumonitis: Peradangan pada paru-paru.
- Emboli paru: Penyumbatan pembuluh darah paru oleh gumpalan darah.
- Infark paru: Kematian sebagian jaringan paru karena kurangnya pasokan darah.
- Fibrosis interstisial: Pembentukan jaringan parut di antara sel-sel paru.
- Shrinking lung: Penyusutan ukuran paru-paru.
Gastrointestinal:
- Pankreatitis: Peradangan pada pankreas.
- Vaskulitis mesenterika: Peradangan pada pembuluh darah di usus.
Ginjal:
- Nefritis proliferatif dan/atau membranous: Peradangan pada ginjal yang dapat mempengaruhi pembuluh darah atau membran ginjal.
Kulit:
- Vaskulitis berat: Peradangan pada pembuluh darah kulit.
- Ruam difus disertai ulkus atau melepuh (blister): Ruam kulit yang melibatkan lapisan kulit dan dapat disertai dengan pembentukan ulkus atau lepuhan.
Neurologi:
- Kejang: Serangan aktivitas otak yang abnormal.
- Acute confusional state: Keadaan kebingungan akut.
- Koma: Kehilangan kesadaran yang mendalam.
- Stroke: Gangguan suplai darah ke otak.
- Mielopati transversa: Peradangan pada sumsum tulang belakang.
- Mononeuritis, polineuritis: Peradangan pada saraf tunggal atau beberapa saraf.
- Neuritis optik: Peradangan pada saraf optik.
- Psikosis: Gangguan mental yang melibatkan hilangnya kontak dengan realitas.
- Sindroma demielinasi: Gangguan pada lapisan pelindung saraf.
Hematologi:
- Anemia hemolitik: Penghancuran sel darah merah yang lebih cepat dari biasanya.
- Neutropenia (leukosit <1.000/mm3): Jumlah sel darah putih (neutrofil) yang sangat rendah.
- Trombositopenia < 20.000/mm3: Jumlah platelet yang sangat rendah.
- Purpura trombotik trombositopenia: Kombinasi dari purpura (bintik-bintik darah di kulit) dan trombositopenia.
- Trombosis vena atau arteri: Pembentukan gumpalan darah yang dapat menyumbat pembuluh darah.
Posting Komentar