Ketika kita mengalami sakit atau rasa nyeri, penggunaan obat anti nyeri seringkali menjadi pilihan untuk meredakan rasa sakit tersebut. Namun, tahukah Anda bahwa penggunaan anti nyeri yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada lambung dan jantung?
Tukak Lambung dan Penggunaan Anti Nyeri
Tukak lambung adalah luka pada dinding lambung yang disebabkan oleh tingginya kadar asam lambung. Tukak lambung ini hanya disebabkan oleh dua hal yaitu infeksi bakteri Helicobacter pylori yang terjadi karena kurangnya kebersihan dan penggunaan anti nyeri yang berlebihan.
|
| Nyeri Lambung, Sumber: KompasHealth.com |
Prostaglandin dan Rasa Nyeri
Rasa nyeri yang terjadi pada tubuh manusia biasanya disebabkan oleh peradangan yang terjadi di bagian tertentu pada tubuh. Pada saat terjadinya peradangan, lemak yang menyusun membran sel di area tersebut terurai menjadi prostaglandin oleh enzim cyclooxygenase (cox). Prostaglandin ini kemudian akan merangsang saraf yang akan memberikan sinyal rasa nyeri pada otak.
Manfaat Prostaglandin pada Tubuh
Prostaglandin juga memiliki manfaat pada tubuh, diantaranya adalah membentuk mukus gel yang berfungsi melindungi lambung dari asam yang ada pada lambung. Namun, anti nyeri yang sering digunakan untuk meredakan rasa sakit juga menghambat prostaglandin di lambung. Hal ini akan mengakibatkan tukak lambung jika pemakaian anti nyeri dilakukan secara jangka panjang dan tanpa obat pelindung lambung.
Obat Pelindung Lambung
Untuk mencegah terjadinya tukak lambung akibat penggunaan anti nyeri, diperlukan obat pelindung lambung. Obat ini bekerja dengan cara membentuk lapisan pelindung di lambung sehingga terhindar dari efek buruk antinyeri. Beberapa contoh obat pelindung lambung yang umum digunakan adalah misoprostol, sucralfate, dan ranitidin.
-
Misoprostol
merupakan obat yang digunakan untuk mencegah terjadinya tukak lambung yang disebabkan oleh penggunaan NSAID (Non Steroidal Anti Inflammatory Drugs) seperti aspirin dan ibuprofen. Obat ini bekerja dengan meningkatkan produksi lendir di lambung sehingga melindungi dinding lambung dari asam lambung yang dapat menyebabkan tukak -
Sucralfate
juga merupakan obat pelindung lambung yang bekerja dengan membentuk lapisan pelindung di lambung. Obat ini akan bereaksi dengan asam lambung dan membentuk suatu senyawa yang menutupi area yang rusak di dinding lambung. Selain itu, sucralfate juga dapat merangsang produksi lendir di lambung sehingga melindungi lambung dari iritasi. -
Ranitidin
adalah obat pelindung lambung yang bekerja dengan cara mengurangi produksi asam lambung. Obat ini termasuk dalam golongan antagonis reseptor H2 histamin yang bekerja dengan menghambat produksi asam lambung. Ranitidin dapat digunakan sebagai pengobatan jangka pendek dan jangka panjang tergantung pada kondisi pasien.
Sebelum menggunakan obat pelindung lambung, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi obat yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatan pasien. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari efek samping dan interaksi obat yang tidak diinginkan.
|
| Sumber: iStock |



Posting Komentar