Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri MIKO-BAKTERI bernama mikobakterium tuberculosis. Kata "miko" dalam istilah ini berarti jamur, dikarenakan mikobakterium memiliki ciri-ciri menempel layaknya jamur dan memiliki dinding sel yang tebal seperti jamur.Kedua hal ini menyebabkan tidak semua antibiotik dapat mengobati TB karena dinding sel yang tebal membuatnya sulit untuk dijangkau oleh beberapa jenis antibiotik. Oleh karena itu, pengobatan TB harus dilakukan dengan antibiotik yang tepat dan dalam waktu yang cukup lama agar dapat membasmi mikobakteri TB secara efektif.
![]() |
| Steuktur Dinding Sel TBC |
obat-obatan tertentu seperti Rifampisin, Isoniazid, Ethambutol dan Pirazinamid terbukti efektif dalam mengobati TBC. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai obat-obatan tersebut:
![]() |
| Asam Lemak & Asam mikolat |
Isoniazid dan pirazinamid
Isoniazid dan pirazinamid bersifat bakterisid yang artinya obat-obatan ini dapat membunuh bakteri Mycobacterium tuberculosis (TB). Isoniazid bekerja dengan cara menghambat produksi asam mikolat yang merupakan komponen penting dari dinding sel TB. Sedangkan pirazinamid bekerja dengan cara menghambat produksi asam lemak, yang juga merupakan komponen penting bagi pertumbuhan fisik TB. Jika keduanya dihambat, maka TB dipastikan akan mati.
| DNA |
Rifampisin
Sedangkan rifampisin juga bersifat bakterisid, namun cara kerjanya berbeda dengan isoniazid dan pirazinamid. Untuk dapat berkembang dan membelah diri, TB memerlukan protein yang diproduksi dari DNA dengan bantuan enzim RNA polimerase. Nah disinilah kerja rifampisin yaitu menghambat enzim polimerase, sehingga produksi protein yang diperlukan oleh TB menjadi terhambat dan akhirnya bakteri TB mati.
Ethambutol
Sifat bakteriostatik dari Ethambutol berarti bahwa obat ini hanya memperlambat pertumbuhan bakteri Mycobacterium tuberculosis (TBC), bukan membunuh bakteri secara langsung. Ethambutol bekerja dengan cara menghambat produksi arabinogalaktan, komponen penting yang terdapat pada dinding sel TBC. Arabinogalaktan ini berfungsi untuk menjaga kestabilan dinding sel TBC, sehingga dengan menghambat produksinya, Ethambutol dapat memengaruhi kemampuan TBC untuk berkembang biak.
![]() |
| Arabinogalaktan |
Dalam dinding sel TBC, arabinogalaktan diikat oleh peptida kepada asam mikolat di atasnya dan peptidoglikan di bawahnya. Ethambutol bekerja dengan cara mengganggu pembentukan ikatan ini, sehingga dinding sel TBC menjadi tidak stabil dan TBC kesulitan untuk tumbuh dan berkembang biak. Meskipun Ethambutol tidak membunuh TBC secara langsung, penghambatan pertumbuhan TBC dapat membantu sistem kekebalan tubuh dalam mengatasi infeksi TBC dengan lebih efektif.
Dengan demikian Rifampisin, Isoniazid dan pirazinamid adalah 3 obat utamanya, sedangkan Ethambutol hanya obat tambahan. Penting untuk menggunakan obat-obatan tersebut sesuai dengan petunjuk dokter dan menjalani pengobatan dengan teratur untuk memastikan kesembuhan dan mencegah terjadinya resistensi obat.
Vitamin B6
![]() |
| Vitamin B6 |
Membersihkan benda setelah kontak langsung dengan penderita TBC
![]() |
| Clorine |
- Pakailah sarung tangan sekali pakai saat membersihkan benda-benda yang terkontaminasi.
- Basahi kain dengan air sabun atau cairan pembersih yang mengandung klorin.
- Lap benda tersebut dengan kain basah tersebut hingga bersih.
- Setelah itu, bilas benda tersebut dengan air bersih.
- Keringkan benda tersebut dengan cara diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari langsung atau dengan menggunakan pengering panas.
- Buang sarung tangan tersebut ke dalam tempat sampah yang tertutup.






Posting Komentar